Transparansi
Data & Metode
Sumber seluruh data: Badan Pusat Statistik
Setiap angka di situs ini bisa ditelusuri sampai ke satu respons API BPS. Halaman ini menjelaskan rantainya, memberi cara mereproduksi sendiri, dan menyebutkan terbuka apa saja yang tidak bisa disimpulkan dari data ini.
Rantai asal data
ETL berjalan saat build, bukan saat halaman dibuka. Browser tidak pernah menghubungi BPS, dan token API tidak pernah masuk ke frontend.
- 1. Ambil extract_ikn.py
→
data/raw/23 tabel, 128 respons mentah disimpan apa adanya - 2. Ubah transform_ikn.py
→
data/staging/facts_long.csv3.770 baris tidy long, 0 gagal decode - 3. Kurasi transform_ikn.py
→
data/curated/3 irisan siap pakai: perbandingan, triwulanan, sektor - 4. Analisis analyze_ikn.py
→
data/curated/analisis_*.csvdifference-in-differences deskriptif
Mereproduksi sendiri
Daftarkan diri di webapi.bps.go.id untuk mendapat token, lalu panggil endpoint ini. Ganti
{TOKEN} dengan token sendiri.
https://webapi.bps.go.id/v1/api/list/model/data/lang/ind
/domain/6400/var/111/th/124:125/key/{TOKEN} th itu wajib
Tanpa parameter th, API menolak permintaan. Isinya th_id (115 = 2015), bukan angka tahun.
Maksimum 2 tahun
Batas keras per request. Karena itu satu tabel butuh sekitar 6 panggilan, bukan satu.
var_id per domain
Angka var yang sama berarti tabel berbeda di domain berbeda — dan API tidak memberi error saat salah.
Setiap indikator yang dipakai
Diambil langsung dari laporan cakupan yang dihasilkan pipeline — bukan
diketik ulang. Kolom pembaruan adalah stempel last_update dari BPS sendiri.
Lapis A — perbandingan antar-wilayah (domain provinsi 6400)
| var | indikator | dimensi | nilai | tahun | pembaruan |
|---|---|---|---|---|---|
| 6400/93 | PDRB ADHK menurut kab/kota (Miliar Rp) | 11 Kabupaten/Kota | 110 | 2015–2024 | 2025-02-28 |
| 6400/95 | Laju pertumbuhan PDRB ADHK menurut kab/kota (persen) | 11 Kabupaten/Kota | 121 | 2015–2025 | 2026-06-05 |
| 6400/158 | Kontribusi PDRB kab/kota terhadap provinsi (persen) | 11 Kabupaten/Kota | 121 | 2015–2025 | 2026-07-03 |
| 6400/526 | PDRB per kapita ADHK menurut kab/kota (Juta Rp) | 11 Kabupaten/Kota | 121 | 2015–2025 | 2026-07-03 |
| 6400/59 | TPT menurut kab/kota (persen) | 11 Kabupaten/Kota | 111 | 2015–2025 | 2026-07-21 |
| 6400/943 | Proyeksi penduduk SP2020 menurut kab/kota (Ribu Jiwa; 2020+) | 11 Kabupaten/Kota | 77 | 2020–2026 | 2023-10-20 |
| 6400/111 | Persentase penduduk miskin P0 menurut kab/kota (persen) | 11 Kabupaten/Kota | 121 | 2015–2025 | 2025-09-18 |
| 6400/84 | Jumlah penduduk miskin menurut kab/kota (Ribu Jiwa) | 11 Kabupaten/Kota | 121 | 2015–2025 | 2025-09-18 |
| 6400/110 | Garis kemiskinan menurut kab/kota (Rp/kapita/bulan) | 11 Kabupaten/Kota | 121 | 2015–2025 | 2025-09-18 |
| 6400/1018 | PDRB ADHK triwulanan menurut kab/kota (Miliar Rp) | 10 Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Timur | 210 | 2022–2026 | 2026-06-05 |
| 6400/1022 | Laju pertumbuhan y-on-y PDRB triwulanan menurut kab/kota (persen) | 10 Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Timur | 160 | 2023–2026 | 2026-06-05 |
Lapis B — komposisi sektor (domain tiap kabupaten/kota)
| var | indikator | dimensi | nilai | tahun | pembaruan |
|---|---|---|---|---|---|
| 6471/616 | PDRB ADHK menurut lapangan usaha (Miliar Rp) | 18 Kategori / Lapangan Usaha | 198 | 2015–2025 | 2026-02-27 |
| 6471/45 | Distribusi PDRB ADHB menurut lapangan usaha (persen) | 18 Kategori / Lapangan Usaha | 198 | 2015–2025 | 2026-02-27 |
| 6471/46 | Laju pertumbuhan PDRB ADHK menurut lapangan usaha (persen) | 18 Kategori / Lapangan Usaha | 198 | 2015–2025 | 2026-02-27 |
| 6472/70 | PDRB ADHK menurut lapangan usaha (Miliar Rp) | 18 Lapangan Usaha | 198 | 2015–2025 | 2026-02-27 |
| 6472/175 | Distribusi PDRB ADHB menurut lapangan usaha (persen) | 18 Lapangan Usaha | 198 | 2015–2025 | 2026-02-27 |
| 6472/68 | Laju pertumbuhan PDRB ADHK menurut lapangan usaha (persen) | 18 Lapangan Usaha | 198 | 2015–2025 | 2026-02-27 |
| 6409/37 | PDRB ADHK menurut lapangan usaha (Miliar Rp) | 18 Ketegori/Lapangan Usaha | 198 | 2015–2025 | 2026-03-06 |
| 6409/33 | Distribusi PDRB ADHB menurut lapangan usaha (persen) | 18 Ketegori/Lapangan Usaha | 198 | 2015–2025 | 2026-03-06 |
| 6409/35 | Laju pertumbuhan PDRB ADHK menurut lapangan usaha (persen) | 18 Ketegori/Lapangan Usaha | 198 | 2015–2025 | 2026-02-27 |
| 6403/42 | PDRB ADHK menurut lapangan usaha (Miliar Rp) | 18 Kategori/Lapangan Usaha | 198 | 2015–2025 | 2026-02-27 |
| 6403/49 | Distribusi PDRB ADHB menurut lapangan usaha (persen) | 18 Kategori/Lapangan Usaha | 198 | 2015–2025 | 2026-02-27 |
| 6403/56 | Laju pertumbuhan PDRB ADHK menurut lapangan usaha (persen) | 18 Kategori/Lapangan Usaha | 198 | 2015–2025 | 2026-02-27 |
Metode
Pertanyaannya bukan "berapa pertumbuhan PPU", tapi "seberapa banyak dari lonjakan itu yang tidak terjadi di wilayah pembanding". Karena itu dipakai difference-in-differences deskriptif.
- Kelompok perlakuan
- Penajam Paser Utara sebagai inti — di situ IKN dibangun. Balikpapan, Samarinda, dan Kutai Kartanegara sebagai ring penyangga.
- Kelompok kontrol
- Enam kabupaten/kota Kalimantan Timur non-penyangga: Paser, Kutai Barat, Kutai Timur, Berau, Mahakam Ulu, Bontang.
- Jendela waktu
- Pra 2015–2021 versus pasca 2022–2025. UU IKN disahkan Februari 2022 dan groundbreaking dimulai tahun yang sama.
- Kenapa bukan agregat provinsi
- Agregat Kalimantan Timur memuat wilayah penyangga itu sendiri, jadi memakainya sebagai pembanding membuat kontrolnya terkontaminasi.
Apa yang tidak bisa diklaim
Empat keterbatasan berikut sengaja ditaruh di depan, bukan di catatan kaki.
- 01
Ini bukan klaim kausal
Tidak ada uji tren paralel dan tidak ada inferensi statistik. Jumlah wilayah terlalu sedikit. Yang disajikan adalah selisih deskriptif yang terstruktur — cara membaca angka, bukan bukti sebab-akibat.
- 02
Kelompok kontrol bias batu bara
Kutai Timur, Berau, dan Bontang bertumpu pada batu bara. Lonjakan harga 2021–2022 ikut mengangkat kelompok kontrol, sehingga selisih yang dihitung cenderung MEREMEHKAN dampak IKN, bukan melebih-lebihkan.
- 03
Penyebut per kapita sirkular
Proyeksi penduduk PPU melonjak dari 178 menjadi 523 ribu jiwa (2020→2026) karena sudah memuat asumsi migrasi IKN milik BPS. Memakainya sebagai penyebut membuat sebagian 'dampak IKN' berasal dari asumsi IKN. Jendela per kapita karena itu dipotong di 2024 dan tetap disajikan sebagai indikatif.
- 04
Data sektor tanpa pembanding
Komposisi lapangan usaha hanya tersedia untuk empat wilayah fokus. Bagian itu murni deskriptif — tidak ada kelompok kontrolnya.
Unduh datanya
Format CSV, UTF-8, apa adanya dari pipeline.
- facts_long.csv seluruh data terdecode — 3.770 baris
- perbandingan_wilayah.csv indikator tahunan, wilayah fokus + agregat provinsi
- komposisi_sektor.csv 18 kategori lapangan usaha × 4 wilayah
- triwulanan.csv PDRB triwulanan
- analisis_did_pertumbuhan.csv hasil DiD: pertumbuhan & per kapita
- analisis_kesejahteraan.csv hasil DiD: kemiskinan & pengangguran
- analisis_sektor_konstruksi.csv pergeseran pangsa konstruksi
Kodenya
Empat skrip Python, tanpa kerangka kerja, bisa dijalankan berurutan.
- extract_ikn.py Menarik 23 tabel dari BPS Web API dan menyimpan tiap respons apa adanya. Menangani batas keras 2 tahun per request dan daftar tahun yang paginated.
- transform_ikn.py Men-decode key datacontent BPS menjadi tabel tidy long. Key yang ambigu tidak ditebak — dibuang ke rejects.csv.
- analyze_ikn.py Menghitung selisih pra/pasca tiap wilayah terhadap kelompok kontrol, plus pergeseran pangsa sektor konstruksi.
- discover_vars.py Mencari dan memverifikasi var_id per domain. Dipakai saat sebuah tabel kembali kosong.